11 Santri PP Al Fatah Temboro Hidupkan MPASA Selama 3 Hari, Wujudkan Layanan “Masjid untuk Semua” di Bulan Ramadhan

Program “Masjid untuk Semua” yang diinisiasi oleh Masjid Peradaban Asy Syafaat (MPASA) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas umat. Selama tiga hari, Senin–Rabu (23–25 Februari 2026), sebanyak 11 santri dari Pondok Pesantren Putra Al Fatah Temboro, Magetan, menghidupkan suasana masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan.

Kehadiran para santri ini menjadi bagian dari ikhtiar mengembalikan fungsi masjid, bukan sekadar tempat menunaikan salat, melainkan sebagai pusat peradaban dan pembinaan umat.

Datang dari Berbagai Daerah, Satu Tujuan: Memakmurkan Masjid

Sebanyak 11 santri yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Medan, Riau, Jambi, hingga Bulukumba (Sulawesi Selatan). Bahkan, satu di antaranya datang dari Penang, Malaysia. Keberagaman latar belakang ini menyatu dalam satu misi: memakmurkan masjid.

Selama tiga hari, para santri melaksanakan sejumlah agenda rutin. Di antaranya mengadakan taklim, membaca dua lembar Al-Qur’an sebelum salat fardhu (bagian dari gerakan ODOJ – One Day One Juz), membacakan hadits-hadits shahih dalam kitab Fadhilah Amal setelah salat, serta melakukan silaturrahim (jaulah) ke rumah warga sekitar.

Jaulah: Mengajak Kembali ke Masjid

Agenda jaulah menjadi salah satu kegiatan utama. Dalam kunjungan ke rumah-rumah warga, para santri menyampaikan lima pesan penting.

Pertama, mengajak kaum laki-laki Muslim untuk menghidupkan suasana masjid dengan salat berjamaah.

Kedua, mendorong perbaikan diri (self-reformation) dengan mengorbankan waktu, harta, dan jiwa untuk belajar serta berdakwah.

Ketiga, menyampaikan fadhail amal atau keutamaan ibadah sehari-hari agar tumbuh semangat untuk mengamalkannya.

Keempat, menguatkan iman dengan mengajak kembali ke jalan Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan.

Kelima, mempererat ukhuwah Islamiyah tanpa memandang golongan.

Program ini menjadi bukti bahwa masjid dapat menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan iman, dan pemersatu umat.

Masjid untuk Semua: Terbuka bagi Siapa Saja

Melalui program “Masjid untuk Semua”, MPASA membuka kesempatan bagi komunitas, lembaga pendidikan, perusahaan, santri, maupun masyarakat umum untuk memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan dakwah.

Semangat yang ditunjukkan para santri selama tiga hari ini menjadi contoh nyata bahwa membiasakan memulai aktivitas harian dari masjid bukan hal yang sulit, jika ada kemauan dan komitmen.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti jejak para santri dan memanfaatkan program “Masjid untuk Semua”, layanan pemesanan dapat diakses melalui tautan berikut:

👉 https://asakita.org/pemesanan/masjid

Pilih Masjid (MP1 atau MP2), cek tanggal yang masih tersedia (blok warna hijau), selanjutnya klik tombol “Pesan Sekarang” dan lanjutkan dengan mengisi Formulir Pemesanan Masjid.

Masjid bukan hanya tempat singgah lima waktu. Ia adalah pusat peradaban. Dan peradaban selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.