
Kajian Kamis Sore di MPASA Bahas Fiqh Puasa, 100 Karyawan PrimaLand Group Hadir
Masjid Peradaban Asy Syafaat kembali menjadi pusat penguatan ruhiyah bagi karyawan dan jamaah. Kamis (26/2/2026) sore, masjid yang berlokasi di Perum Islam DePrima Tunggulwulung, Kota Malang ini menggelar Kajian Kamis Sore dengan tema fiqh puasa, khususnya pembahasan tentang golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan.
Kajian dimulai pukul 15.10 WIB, usai sholat Ashar, dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sekitar 100 peserta yang terdiri dari karyawan laki-laki dan perempuan PrimaLand Group hadir memenuhi area utama masjid. Sejumlah jamaah umum juga turut mengikuti kajian.
Materi disampaikan oleh Ustadz Ahmad Nasiruddin, M.Pd., yang pada kesempatan kali ini menggantikan Ust. Abu Haidar. Dalam pemaparannya, beliau mengulas kandungan Surat Al-Baqarah ayat 184–185, yang menjelaskan tentang rukhsah (keringanan) bagi orang-orang tertentu untuk tidak berpuasa, seperti orang sakit dan musafir, serta kewajiban mengganti di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat.
Ustadz Ahmad menekankan bahwa pemahaman fiqh puasa tidak hanya penting untuk mengetahui kewajiban, tetapi juga untuk memahami rahmat dan kemudahan yang Allah berikan kepada umat-Nya.
“Syariat tidak pernah memberatkan. Justru di dalamnya ada solusi dan kemudahan,” ujarnya dalam kajian tersebut.






Kajian Rutin Wajib bagi Karyawan
Kajian Kamis Sore merupakan agenda rutin yang wajib diikuti seluruh staf PrimaLand Group. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian di MPASA 1 dan MPASA 2, dengan menghadirkan empat ustadz di Malang yang membawakan tema beragam.
Beberapa pengisi kajian yang rutin hadir antara lain:
- Ust. Dr. Sudirman An Nakhrowi, M.Ag. dengan tema adab dan akhlak
- Ust. Nanang Zakaria, S.Pdi dengan kajian siroh nabawiyah
- Ust. Hendra Ubay dengan kajian tematik kekinian
- Ust. Abu Haidar dengan pembahasan sholat khusyuk
Melalui program ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas spiritual karyawan.
Masjid sebagai Pusat Aktivitas dan Peradaban
Program ini sejalan dengan semangat “Masjid untuk Semua” yang diinisiasi oleh Masjid Peradaban Asy Syafaat. Masjid didorong menjadi pusat aktivitas harian umat, sebagaimana para santri yang terbiasa memulai dan mengakhiri aktivitasnya dari masjid.
Yayasan mengajak masyarakat, komunitas, maupun lembaga untuk memanfaatkan fasilitas dan program yang tersedia. Mulai dari kajian, pembinaan, hingga kegiatan sosial dan pendidikan, masjid terbuka untuk digunakan sebagai pusat kegiatan yang produktif dan bernilai ibadah.
Bagi yang ingin mengakses layanan program “Masjid untuk Semua”, silakan mengunjungi laman berikut:
https://asakita.org/pemesanan/masjid
Kemudian klik tombol “Pesan Sekarang” dan lanjutkan dengan mengisi Formulir Pemesanan Masjid.
Masjid bukan sekadar tempat singgah untuk sholat. Ia adalah pusat pembinaan, peradaban, dan perubahan. Pertanyaannya: sudahkah aktivitas harian Anda dimulai dari masjid?